Posted by : gudang Doa Jumat, 28 Juni 2013

Puasa Senin-Kamis
Puasa Senin - Kamis

Sepanjang hidupnya, Rasulullah saw jarang sekali mengalami sakit. Salah satu penyakit yang pernah beliau derita hanya demam, itu pun hanya terjadi beberapa kali dalam hidupnya. Rasulullah saw selalu terlihat sehat, segar, dan bugar. Apa sesungguhnya rahasia beliau dalam menjaga kesehatan nya? Ternyata, selain selalu menjaga makanan dan minuman yang masuk kedalam perutnya, beliau juga membiasakan puasa senin-kamis setiap pekannya. Lalu, bagaimana Rasulullah tetap sehat dan bugar meskipun selalu berpuasa senin-kamis tiap pekannya?

Puasa Hari Senin
Puasa pada hari senin biasa dilakukan oleh Rasulullah, sehingga menimbulkan seseorang pada masa itu bertanya-tanya tentang hal itu. Mengapa Rasulullah membiasakan puasa pada hari senin? Diriwayatkan dari Rasulullah bahwa beliau ditanya tentang puasa hari senin, maka beliau menjawab:

 ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيْهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَىَّ فِيْه
Artinya: “Pada hari itu saya dilahirkan dan diturunkan Al-Qur’an kepadaku.” (H.R. Muslim).

Jawaban Rasul ini menerangkan sebab-sebab disunnahkan puasa Senin, karena pada hari itu Rasulullah dilahirkan, Rasul dibangkitkan dan permulaan Al-qur’an diturunkan. Dari hadist tersebut kita telah mengetahui alasan beliau mengapa beliau berpuasa pada hari senin, karena pada hari senin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan dan Al-Qur’an diturunkan kepada beliau.

Puasa hari Kamis
Selain beliau membiasakan diri untuk berpuasa pada hari senin, beliau juga membiasakan diri untuk puasa pada hari kamis. Hal ini di riwayatkan dari Rasulullah bahwa beliau ditanya Usamah,”Wahai Rasulullah Satu saat engkau berpuasa hingga seolah tidak pernah berbuka, dan berbuka seolah tidak pernah berbuka, dan berbuka seolah tidak pernah berpuasa, kecuali dua hari engkau tidak pernah terlewat untuk berpuasa.” Beliau bertanya, “Hari apakah itu?” Maka, ia menjawab, “Hari Senin dan Kamis.” Beliau bersabda: “Dua hari itu semua amalan hamba diangkat kepada Allah Tuhan alam semesta, dan saya harap amalanku dihadapkan di sisi-Nya ketika saya berpuasa. (H.R. Ahmad).

Dari hadist tersebut kita telah mengetahui bahwasannya pada hari Senin dan Kamis semua amalan Rasuullah shallallahu ‘alaihi wasallam diangkat kepada Allah, dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun berharap agar amalan beliau dihadapkan di sisi Allah pada waktu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa.

Kemudian beliau ditanya kembali, “Hai Rasulullah, engkau berpuasa pada hari Senin dan Kamis?” Maka beliau menjawab, “Karena pada hari Senin dan Kamis Allah mengampuni setiap orang muslim kecuali dua orang yang bermusuhan sehingga keduanya damai.” (H.R. Ibnu Majah).

Dari hadist tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa pada hari Senin dan Kamis, Allah akan mengampuni setiap dosa orang muslim kecuali dua orang yang bermusuhan sampai keduanya damai.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam., bersabda:


تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ
Artinya: “Amal perbuatan itu diserahkan (dilaporkan) pada hari Senin dan Kamis, karena itu aku suka apabila amalku dilaporkan dalam keadaan aku sedang berpuasa.” (H.R. Tirmidzi).
Dari hadist diatas kita dapat mengambil kesimpulannya bahwasannya pada hari senin dan kamis semua amal perbuatan diserahkan (dilaporkan), oleh karena itu Nabi sangat suka jika amalan beliau dilaporkan ketika beliau dalam keadaan berpuasa.

Dari semua penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa yang pertama Nabi berpuasa pada hari senin dikarenakan pada hari senin Nabi dilahirkan dan Al-qur’an diturunkan kepada Nabi juga pada hari senin. Dan pada hari kamis Nabi berpuasa dikarenakan pada hari kamis diantar amal mingguan, dan Nabi sangat suka bila amal mingguan Nabi diantar pada waktu beliau dalam keadaan berpuasa.

Pelaksanaan Puasa Senin Kamis
Tidak seperti puasa Ramadhan yang wajib, puasa sunnah bisa kita lakukan tanpa niat sebelum waktu subuh. Bahkan jika Anda lupa makan pagi, lalu berniat menjadikan hari itu untuk puasa sunnah, sah-sah saja. 
Diriwayatkan dari ‘Aisyah -radhiallahu ‘anha- berkata :

كان رسولُ الله -صلى الله عليه وسلم- إِذا دخل عليَّ قال : هل عندكم طعام؟ فإذا قلنا : لا ، قال : إني صائم

Artinya : “Ketika Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- masuk kepadaku dan bertanya : apakah engkau memiliki makanan? aku berkata : tidak, beliau berkata : berarti aku puasa.” (HR Abu Daud)

Tetapi, alangkah baiknya jika Anda tetap menyengaja makan sahur terlebih dahulu sebelum puasa, karena banyak keberkahan di dalamnya.

Adapun tempatnya niat adalah di dalam hati, dan tidak ada lafadz niat puasa senin kamis yang di riwayatkan dari Nabi -sholallahu ‘alaihi wasallam-. dan niat dalam ibadah pada umumnya adalah dalam hati.

Sedangkan untuk hal-hal yang membatalkannya atau yang boleh dilakukan dan juga hal lain yang berkaitan dengan puasa, anda bisa melihat artikel tentang Puasa di Blog ini.

Manfaat Puasa Senin-Kamis
Puasa memiliki beberapa manfaat, ditinjau dari segi kejiwaan, sosial dan kesehatan, di antaranya:

- Secara kejiwaan puasa dapat membiasakan kesabaran, menguatkan kemauan, mengajari dan membantu bagaimana menguasai diri, serta mewujudkan dan membentuk ketaqwaan yang kokoh dalam diri, yang ini merupakan hikmah puasa yang paling utama.

Firman Allah Ta ‘ala :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang- orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. ”
(Al- Baqarah: 183)

- Secara Sosial puasa dapat membiasakan umat berlaku disiplin, bersatu, cinta keadilan dan persamaan, juga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan mendorong mereka berbuat kebajikan. Sebagaimana juga puasa menjaga masyarakat dari kejahatan dan kerusakan.

- Sedang di antara manfaat puasa ditinjau dari segi kesehatan adalah membersihkan usus-usus, memperbaiki kerja pencernaan, membersihkan tubuh dari sisa-sisa dan endapan makanan, mengurangi kegemukan dan kelebihan lemak di perut.

- Termasuk manfaat puasa adalah mematahkan nafsu.

Karena berlebihan, balk dalam makan maupun minum serta menggauli isteri, bisa mendorong nafsu berbuat kejahatan, enggan mensyukuri nikmat serta mengakibatkan kelengahan.

- Di antara manfaatnya juga adalah mengosongkan hati hanya untuk berfikir dan berdzikir.

Sebaliknya, jika berbagai nafsu syahwat itu dituruti maka bisa mengeraskan dan membutakan hati, selanjutnya menghalangi hati untuk berdzikir dan berfikir, sehingga membuatnya lengah.

Berbeda halnya jika perut kosong dari makanan dan minuman, akan menyebabkan hati bercahaya dan lunak, kekerasan hati sirna, untuk kemudian semata-mata dimanfaatkan untuk berdzikir dan berfikir.

- Orang kaya menjadi tahu seberapa nikmat Allah atas dirinya.

Allah mengaruniainya nikmat tak terhingga, pada saat yang sama banyak orang-orang miskin yang tak mendapatkan sisa-sisa makanan, minuman dan tidak pula menikah.
Dengan terhalangnya dia dari menikmati hal-hal tersebut pada saat-saat tertentu, serta rasa berat yang ia hadapi karenanya.

Keadaan itu akan mengingatkannya kepada orang-orang yang sama sekali tak dapat menikmatinya.
Ini akan mengharuskannya mensyukuri nikmat Allah atas dirinya berupa serba kecukupan, juga akan menjadikannya berbelas kasih kepada saudaranya yang memerlukan, dan mendorongnya untuk membantu mereka.

- Termasuk manfaat puasa adalah mempersempit jalan aliran darah yang merupakan jalan setan pada diri anak Adam.

Karena setan masuk kepada anak Adam melalui jalan aliran darah. Dengan berpuasa, maka dia aman dari gangguan setan, kekuatan nafsu syahwat dan kemarahan.
Karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan puasa sebagai benteng untuk menghalangi nafsu syahwat nikah, sehingga beliau memerintah orang yang belum mampu menikah dengan berpuasa

Keutamaan Senin Kamis
1) Pada saat inilah orang-orang Mukmin diampuni, kecuali dua orang Mukmin yang sedang bermusuhan.

Dalil yang menguatkan hal ini adalah hadits yang termaktub dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“Pintu-pintu Surga di buka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Alloh dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan. Lalu dikatakan, ‘Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim)

Keutamaan dan keberkahan berikutnya, bahwa amal-amal manusia diperiksa di hadapan Alloh pada kedua hari ini. Sebagaimana yang terdapat dalam shahih Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam. Beliau bersabda:

“Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Alloh dalam setiap pekan (Jumu’ah) dua kali, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang beriman terampuni dosanya, kecuali seorang hamba yang di antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan…” (HR. Muslim)

Karena itu, selayaknya bagi seorang Muslim untuk menjauhkan diri dari memusuhi saudaranya sesame Muslim, atau memutuskan hubungan dengannya, ataupun tidak memperdulikannya dan sifat-sifat tercela lainnya, sehingga kebaikan yang besar dari Allah Ta’ala ini tidak luput darinya.

2). Keutamaan hari Senin dan Kamis yang lainnya, bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam sangat suka berpuasa pada kedua hari ini.

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia mengatakan,

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam sangat antusias dan bersungguh-sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis”. (HR. Tirmidzi, an-Nasa-i, Ibnu Majah, Imam Ahmad)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menyampaikan alasan puasanya pada kedua hari ini dengan sabdanya,

“Amal-amal manusia diperiksa pada setiap hari senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. At Tirmidzi dan lainnya)

Dalam shahih Muslim dari hadits Abu Qatadah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam pernah ditanya tentang puasa hari Senin, beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab,

“Hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya Al-Qur’an kepadaku pada hari tersebut.” (HR.Muslim)

Berdasarkan hadits-hadits di atas maka di sunnahkan bagi seorang Muslim untuk berpuasa pada dua hari ini, sebagai puasa tathawwu’ (sunnah).

3). Keutamaan lain yang dimiliki hari Kamis, bahwa kebanyakan perjalanan (safar) Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam terjadi pada hari Kamis ini.

Beliau menyukai keluar untuk bepergian pada hari Kamis. Sebagaimana tercantum dalam Shahih Bukhari bahwa Ka’ab bin Malik radhiallahu ‘anhu mengatakan:

“Sangat jarang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam keluar (untuk melakukan perjalanan) kecuali pada hari Kamis.”
Dalam riwayat lain juga dari Ka’ab bin Malik radhiallahu ‘anhu:

“Bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam keluar pada hari Kamis di peperangan Tabuk, dan (menang) beliau suka keluar (untuk melakukan perjalanan) pada hari Kamis.” (HR.Bukhori)

4). Sebagai kunci ntuk membuka salah satu pintu Surga

Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

إن في الجنة بابًا يقال له: الريان، يدخل منه الصائمون يوم القيامة لا يدخل منه أحد غيرهم. يقال: أين الصائمون؟ فيقومون لا يدخل منه أحد غيرهم، فإذا دخلوا أغلق فلم يدخل منه أحد

Artinya : “Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya “Ar-Rayyan,” yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa. di katakan : manakah orang-orang yang suka berpuasa? maka mereka pun berdiri dan tidak masuk lewat pintu itu kecuali mereka, jika mereka telah masuk, maka pintu itu di tutup sehingga tidak seorang pun masuk melaluinya lagi.” (HR Bukhori dan Muslim)

5). Sebagai zakatnya Jiwa

”Segala sesuatu itu ada zakatnya,sedang zakat jiwa itu adalah berpuasa Dan puasa itu separo kesabaran” {HR.Ibn Majah}.

6) Sebagai benteng dari Neraka

 Puasa juga menjauhkan api Neraka dari orang yang berpuasa sejauh2nya.

Sebagaimana sabda Rasulullah; “Tidaklah seorang hamba berpuasa satu hari dijalan Allah,
Melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya dengan hari itu dari Neraka selama 70 tahun.”
( HR.Bukhari & Muslim)

”Puasa adalah benteng yg membentengi seseorang dari api neraka yg membara”.{HR.Ahmad dan Baihaqi}.

Dengan membiasakan puasa senin kamis bisa menjadikan seorang hamba semakin dekat dgn Sang Khaliq,dan merupakan ikatan janji seorang muslim kepada Allah SWT.

7). Sebagai Jaminan Masuk Syurga.

Allah swt menyediakan syurga untuk hambanNYA yang beriman,bertaqwa dan beramal sholeh.
Allah berfirman;

“Dan orang orang yang beriman yang mengerjakan amal sholeh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat2 yang tinggi didalam syurga. Yang mengalir sungai2 dibawahnya. Mereka kekal didalamnya. Itulah sebaik baiknya pembalasan bagi orang beramal.”
(QS Al-Ankabut)

Pada hadist Nabi yang diriwayatkan dari Abi Umayah.

“Saya menemui Rasulullah saw dan berkata;
“suruhlah aku mengerjakan satu amalan yang dapat memasukan aku kedalam syurga”.
Maka Nabi bersabda;


“BERPUASALAH! karena puasa tidak ada tandingannya”.
Lalu saya datangi Rasulullah untuk kedua kalinya dan Rasulullah pun bersabda; “BERPUASALAH”.’
(HR.Ahmad & Hakim)

8). Menjadi Penolong Pada Hari Kiamat.

Sebelum amal2 manusia ditimbang, akan diawali dengan kehancuran alam semesta beserta isinya. Pada hari itu tidak ada seorangpun yang bisa menyelamatkan dirinya dari kehancuran & keganasan kiamat. Diantara amal shaleh yang sangat ditekankan oleh Rasulullah saw adalah puasa dan tilawatul Qur’an.
“puasa dan al Qur’an akan memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat.

Puasa berkata; ‘Ya Allah, aku mencegahnya dari makan,minum pada siang hari maka jadikanlah aku sebagai penolongnya.’ Maka syafaat keduanya diterima Allah.”(HR.Ahmad)

9). Menanam kedekatan Diri Pada Allah.

Puasa senin kamis bisa meningkatkan amalan kita, selain menjadikan kita lebih priduktif dalam beribadah,puasa menjadikan kita lebih dekat dengan Allah dan lebih bertaqwa.

10). Mempercepat Terkabulnya Doa.

Allah telah memerintahkan hambanya untuk berdoa kepadaNYa.
“Tuhan mu berkata, mintalah kepadaKU, niscaya Aku Kabulkan.”(QS.Ghafir).

Semoga bermanfaat 

(berbagai sumber)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Translate

Stats

Site Info

- Copyright © Gudang Doa -City of Temayank- Powered by Islam - Managed by Ottonk Ramadhan -