Posted by : gudang Doa Rabu, 01 Mei 2013

ADZAN

adzan

Secara bahasa, Azan (ejaan KBBI) atau adzan (Arab: أذان) bermakna i’lam yaitu pengumuman, pemberitahuan atau pemakluman, sebagaimana disebutkan dalam Mukhtarush Shihhah (hal. 16), At-Ta’rifat oleh Al-Jurjani (hal. 23), dan selainnya. Allah Ta’ala berfirman:

”Dan inilah suatu pemakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar…” (At-Taubah: 3)

Al-Imam Muhammad bin Yahya Adz-Dzuhli Rahimahullah berkata: “Riwayat yang paling shahih (tentang lafadz-lafadz adzan yang dimimpikan oleh Abdullah bin Zaid Radhiyallaahu ‘anhu, pen.) adalah riwayat Muhammad bin Ishaq, yang mendengarkan dari Muhammad bin Ibrahim ibnul Harits At-Taimi, dari Muhammad bin Abdullah bin Zaid bin Abdi Rabbihi, yang mendengarkan dari ayahnya, Abdullah bin Zaid, karena Muhammad telah mendengarkan langsung dari bapaknya yakni Abdullah.”

Riwayat ini dikeluarkan oleh Al-Imam Ahmad t (3/43), Ashabus Sunan kecuali An-Nasa’i t, dan selainnya. At-Tirmidzi t menukilkan penshahihan Al-Imam Al-Bukhari t terhadap riwayat ini di dalam Al-Ilal. Dishahihkan pula oleh Ibnu Khuzaimah t, beliau menyatakan hadits ini shahih dan pasti dari sisi penukilan, para perawinya bukan orang-orang yang melakukan tadlis (penyebutan secara samar) dalam periwayatannya. (Ats-Tsamar, 1/115).

Lafadz Adzan adalah sebagai berikut :
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, 

(“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.”)

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar

(“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.”)
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
Asyhadu allaa ilaaha illallaah,Asyhadu allaa ilaaha illallaah
(Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah.)
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah, Asyhadu anna Muhammadar Rasuulullah
(Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah)
حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ
Hayya ‘alash sholaah,Hayya ‘alash sholaah
(Marilah mengerjakan shalat. Marilah mengerjakan shalat)
حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ
Hayya ‘alal falaah, Hayya ‘alal falaah,
(Marilah (menuju) kepada kemenangan. Marilah (menuju) kepada kemenangan)
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Laailaaha ilallaah
(Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah.)


Khusus untuk shalat subuh, ditambahkan lafal dibawah ini sebanyak 2 (dua) kali :

  Assholaatu khoirum minannaum 

 (Shalat itu lebih baik dari pada tidur)

IQAMAH 

Sedangkan Iqamah ecara bahasa adalah kata dasar dari bentukan kata “aqaama-yuqiimu-iqaamah” artinya menjadikan sesuatu itu tegak. Sedangkan secara syari’at, iqamah adalah beribadah kepada Allah dengan menyebut lafazh-lafazh tertentu saat akan menegakkan shalat. Untuk sholat subuh iqamahnya sama dengan sholat fardhu lainnya.

Lafadz Iqamah hampir sama dengan lafadz adzan namun masing-masing kalimat adzan tadi dibaca hanya 1 (satu) kali dan setelah kalimat "Hayya 'alal falaah" ditambahkan kalimat "Qad qaamatish-shalaah"  yang dibaca sebanyak 2 (dua) kali.

lafadz arab nya :

Qad qaamatis sholaah

(Sungguh, Shalat hampir didirikan!)


Doa Adzan dan Iqamah

A. Doa dalam menjawab Adzan

Ketika kita mendengar seruan Adzan, kita disunnahkan untuk menjawab seruan tersebut. Doa dalam menjawabnya adalah dengan cara mengulang setiap kalimat Adzan kecuali pada kalimat :
حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ، حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

Hayya ‘alash sholaah,Hayya ‘alash sholaah

(Marilah mengerjakan shalat. Marilah mengerjakan shalat)

dan juga pada kalimat :


حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ، حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

Hayya ‘alal falaah, Hayya ‘alal falaah,

(Marilah (menuju) kepada kemenangan. Marilah (menuju) kepada kemenangan)

Maka kita menjawabnya dengan :


                                                   Laa haulaa walaa quwwata illaa billaah,

(Tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah)

Sedangkan pada Adzan subuh, ketika kalimat : 
adzan subuh

  Assholaatu khoirum minannaum 

 (Shalat itu lebih baik dari pada tidur)
 kita menjawabnya dengan :
 
Shodaqta wabarorta wa ana 'alaa dzaalika minassyaahidiin,
(Engkau benar, engkau betul! dan saya termasuk diantara orang - orang yang menyaksikan hal itu)


Doa Setelah Adzan

Sedangkan setelah Adzan selesai dikumandangkan, kita disunnahkan untuk membaca doa :


Allohumma robbahaadzihidda'watittaammah, Wassholaatilqoo imah, aati sayyidana muhammadanilwasiilata wal fadiilah, wassyarofa waddarojatal 'aaliyatar rofii 'ah, wab ashulmaqoomammahmudalladzii wa 'adtah,innaka laatuhlifulmii 'aadz.

Artinya:

"Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, dan shalat yang akan didirikan! Berikanlah junjungan kami, Nabi Muhammad wasilah, keutamaan, kemuliaan, dan derajat yang tinggi! Dan angkatlah ia ketempat (kedudukan) yang terpuji, yang telah Engkau janjikan kepadanya. Sesungguhnya Engkau tak akan menyalahi janji.

B. Doa dalam menjawab Iqamah

Sama halnya ketika menjawab seruan adzan, menjawab iqamah juga dengan cara mengulang setiap kalimat Adzan kecuali pada kalimat :


Qad qaamatis sholaah

(Sungguh, Shalat hampir didirikan!)

Maka, kita menjawabnya dengan :



Aqaamahallahu wa adaamahaa waja'alanii min shoolihii ahlihaa

(Semoga Allah menegakkan shalat itu dan melanggengkannya. Dan menjadikan saya termasuk diantara orang - orang yang dapat menegakkan shalat dengan baik)


Doa Setelah Iqamah

Sedangkan setelah Iqamah selesai dikumandangkan, kita disunnahkan untuk membaca doa :

Allohumma robbahaadzihidda'watittaammah, Wassholaatilqoo imah, Sholli wasalim 'alaa sayyidinaa muhammad, wa aatihii su'lahu yawmal qiyaamah.

Artinya:
"Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini, dan shalat yang didirikan! Limpahkanlah rahmat dan kedamaian kepada junjungan kami, Nabi Muhammad dan perkenankanlah permohonannya pada hari kiamat!"

{ 4 komentar... read them below or Comment }

  1. alhamdulillah
    aertikel yang sangat bermanfaat
    terimakasih

    BalasHapus
  2. dasar dalil dari doa2 tersebut di ambil dari hadits yang mana?

    BalasHapus

Welcome to My Blog

Translate

Stats

Site Info

- Copyright © Gudang Doa -City of Temayank- Powered by Islam - Managed by Ottonk Ramadhan -