Archive for 06/12

For You Who Hate Moslem

Jumat, 29 Juni 2012
Posted by gudang Doa
moslem family
“Your sins are not greater than Allah’s mercy.” 
This is my response for those opinions that consider Islam as a cruel, pathetic or whatever they like to say. I am not here to fight or go to war with those who accuse Islam vile just like what is in their heads, but I just wanted to explain how Islam for us and our beliefs as a Muslim who is very tired with a wide range of political issues to discredit Islam. Why don't you just take a look closer by considering how an Islamic family life? or how they live their life with the guidance of Islam? not only to debate terrorism in the name of Islam to spread terror throughout the world. you will be able to see better if you see those small things first.

In Episode of "Oprah Winfrey Show" May 7, 2006 edition, contains the testimony of a man who asked to stay in a Muslim family in the U.S.. Admitted initially hating Islam (Islamo phobia), experiences a month lived and dressed like a Muslim, has changed the perception of better understanding of Islam. Well, interestingly, one day he came home and found the hostess in the kitchen. At first he wanted to talk, but the hostess refused and said that the rules of Islam prohibits men and women talk without a third person. "At first I thought it was crazy rules", the man said on Oprah. A moment later, however he continued, "But I think about it later, that's kind of simple rules that can save America from sex abuse, affairs and abortion .."

Thus, while many who claim Islam Muslims here feel that regulate the association of men and women as being 'old-fashioned, backward as well as curbing freedom', a non-Muslim in the U.S. would be able to see the beautiful teachings of Islam that simple. This kind of irony the list could get longer. But it can be concluded that the beauty of Islam is much hindered by ignorance and laziness we probe even this great religion of Allah. The phrase "al-Islamu mahjubun bil-Muslims", the light of Islam is covered and darkened by the Muslims themselves, is actually very true.

Rather, we need to get used to seeing all aspects of the teachings of this religion is in full and accompanied by an in-depth, that the more sides of the beauty of Islam appeared bright. So please don't generally judge Moslem as a bad people or people that you have to avoid.

Sorry for my weird English, hope that this word could change your mind even it's a bit little....

Wirid dan doa setelah shalat fardhu Jum'at

Rabu, 27 Juni 2012
Posted by gudang Doa
jum at
"Sholat jum'at merupakan salah satu sarana sosialisasi dalam Islam"
Apabila shalat fardhu Jum'at telah selesai dikerjakan, maka setelah salam hendaklah membaca:
a. Surat Al-Fatihah 7X
b. Surat Al-Ikhlash 7X
c. Surat Al-Falaq 7X
d. Surat An-Naas 7X

Setelah itu membaca doa berikut ini:

ALLAAHUMMA YAA GHANIYYU YAA HAMIID YAA MUBDI'U YAA MU'IID, YAA RAHIIMU YAA WADUUD, AGHNINII BIHALAALIKA 'AN HARAAMIK. WA BITHAA'ATIKA 'AN MA'SHIYATIK WA BIFADHLIKA 'AMMAN SIWAAK.
Artinya:
"Wahai Allah! Yang Maha kaya, Yang Maha Terpuji, Yang Maha Mengadakan, Yang Maha Mengembalikan, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Mengasihi. Berikanlah aku kekayaan dengan barang-Muyang halal, jauh dari barang yang haram, dan dengan berbuat taat kepada-Mu, jauh dari berbuat maksiat, dan dengan anugerah-Mu, jauh dari (meminta) kepada selain-Mu.
doa
"Dengan Berdo'a hati akan semakin tenang"
Doa setelah shalat dengan detail sebagai berikut:

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM
ALHAMDU LILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN. HAMDAY YU-WAAFII NI'AMAHUU WA YUKAAFI'U MAZIIDAH. YAA RABBANAA LAKALHAMDU WA LAKASY SYUKRU KA-MAA YAMBAGHIILIJALAALIWAJHIKA WA 'AZHIIMISUL-THAANIK.

Artinya:
"Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Pujian yang sebanding dengan nikmat-nikmat-Nya dan menjamin tambahannya. Wahai Tuhan kami, bagi-Mu-lah segala puji, dan bagi-Mu-lah segala syukur, sebagaimana layak bagi keluhuran Zat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu."

Dilanjutkan dengan:
ALLAAHUMMA SHALLIWASALLIM 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIW WA 'ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. SHALA ATAN TUN AJIHNAA BÍHAA MINJAMII'IL AHWAALI WAL AAFAAT. WA TAQDHII LANAA BIHAA JAMII'AL HAAJAAT. WA TUTHAHHIRUNAA BIHAA MIN JAMII'IS SAYYI'AAT. W ATARFA ' UN A A BIHAA 'INDAKA ' A'LADDARAJAAT. WA TUBALLIGHUNAA BIHAA AQSHAL GHAAYAATI MIN JAMII'IL KHAIRAATIFIL HAYAATIWA BA'DAL MAMAAT. INNAHU SAMII'UN QARIIBUM MUJIIBUD DA'AWAAT WAYAA QAADHIYAL HAAJAAT.
Artinya:
"Wahai Allah! Limpahkanlah rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, dan keluarganya. Yaitu rahmat yang dapat menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan penyakit, yang dapat memenuhi segala kebutuhan kami, yang dapat men-sucikan diri kami dari segala keburukan, yang dapat mengangkat kami ke derajat tertinggi di sisi-Mu, dan yang dapat menyampaikan kami kepada tujuan maksimal dari segala kebaikan, baik semasa hidup maupun sesudah mati. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Mendengar, Mahadekat, lagi Maha Memperkenankan segala doa dan pemohonan, wahai Zat Yang MahaMemenuhi segala kebutuhan (hamba-Nya)"

Dilanjutkan dengan:
ALLAAHUMMA INNAA NAS'ALUKA SALAAMATAN FTDDIINI WADDUN-YAA WAL AAKHIRAH. WA 'AAFIYA-TAN FIL JASADI WA SHIHHATAN FIL BADANI WA ZIYAADATAN FIL 'ILMI WA BARAKATAN FIRRIZQI WA TAUB ATAN QABLAL MAUT WA RAHM ATAN 'INDALMAUT WA MAGHFIRATAN BA'D AL MAUT. ALLAAHUMMA HAWWIN 'ALAINAA FII SAKARAATIL MAUT WAN NAJAATA MINAN NAARI WAL 'AFWA 'INDAL HISAAB.
Artinya:
"Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kesejahteraan dalam agama, dunia dan akhirat, keafiatan jasad, kesehatan badan, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datang maut, rahmat pada saat datang maut, dan ampunan setelah datang maut. Wahai Allah! Permudahlah kami dalam menghadapi sakratul maut, (berilah kami) keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat dilaksanakan hisab."

Dilanjutkan dengan:
ALLAAHUMMA INNAA NA'UUDZU BIKA MIN AL' AJZI WAL KASALI WAL BUKHLI WAL HARAMI WA 'ADZAABIL QABRI.
Artinya:
"Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari sifat lemah, malas, kikir, pikun dan dari azab kubur."

Dilanjutkan dengan:
ALLAAHUMMAINNAA NA'UUDZU BIKA MIN 'ILMIN LAA YANFA' W AMIN QALBIN LAA YAKHSYA' W AMIN NAFSIN LAA TASYBA' WAMIN DA'WATIN LAA YUSTAJAABU LAHAA.
Artinya:
"Wahai Allah! Sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu', dari jiwa yang tidak kenal puas, dan dari doa yang tak terkabul.

Dilanjutkan dengan:
RABBANAGH FIRLANAA DZUNUUBANAA WA LIWAA-LIDIINAA WALIMASYAAYIKHINAA WA LIMU'ALLI-MIENAA WA LIMAN LAHUU H AQQUN' ALAIN AA WA LIM AN AHABBA WA AHSANA ILAINAA WA LiKAAFFATIL MUS LIMUN A AJMA'IIN.
Artinya:
"Wahai Tuhan kami! Ampunilah dosa-dosa kami, dosa-dosa orang tua kami, para sesepuh kami, para guru kami, orang-orang yang mempunyai hak atas kami, orang-orang yang cinta dan berbuat baik kepada kami, dan seluruh umat Islam."

Dilanjutkan dengan:
RABBANAA TAQABBAL MINNAA INNAKA ANTAS SAMII'UL 'ALIIM, WA TUB 'ALAINAA INNAKA ANTAT TA WWA ABUR RAHIIM.
Artinya:
"Wahai Tuhan kami! Perkenankanlah (permohonan) dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang."

Dilanjutkan dengan:
RABBANAA AATTNAA FIDDUN-YAA HASANAH, WA FIL AAKHIRATI HASANAH, WA QINAA 'ADZAABAN NAAR.
Artinya:
"Wahai Tuhan kami! Berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka."''

Dilanjutkan dengan:
WASHALLALLAAHU 'ALAA SAYYIDINAA MUHAMMA-DIN WA'ALAA AALIHIWA SHAHBIHIIWA SALLAM, WAL HAMDU LILLAAHIRABBIL 'AALAMIIN.
Artinya:
"Semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan kepada penghulu kami, Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam."






(Sumber : tuntunan sholat dan kumpulan surat, do'a, wirid, dzikir)
suci
"Islam adalah Agama yang Suci"
1. Pengertian Thaharah.

Menurut bahasa, Thaharah artinya suci atau bersih. Sedangkan menurut istilah syariat, thaharah adalah suci dari hadast ( Keadaan suci setelah berwudhu, tayamum atau mandi wajib, dan untuk kesuciannya butuh niat)dan dari najis(Keadaan suci setelah membersihkan najis yang ada di badan, pakaian dan tempat, untuk kesuciannya tidak butuh niat.

2. Air.
Macam - macam air yang digunakan untuk bersuci:

- Air Sumur.

- Air Hujan

- Air Sungai

- Air Laut.

- Air Salju atau air es bila telah mencair.

- Air dari mata air.

- Air Embun.

Pembagian Air ditinjau dari hukumnya ada 4, yaitu:

- Air yang suci dan dapat digunakan untuk bersuci (Air Mutlak / Air yang masih murni)

Misalnya: Air Sumur, Air Hujan, Air Sungai, dll.

- Air yang suci dan dapat digunakan untuk bersuci, tetapi Makruh jika digunakan atau
disebut Air Musyamas.

Yaitu air yang terjemur terik matahari dalam wadah yang terbuat dari bahan yang
mudah karat.

- Air yang suci tetapi tidak dapat digunakan untuk bersuci. Yaitu:
  • Air Musta'mal, yaitu air yang kurang dari 2 kulah yang telah digunakan untuk bersuci dari hadast atau najis. (Dua Kulah = banyaknya air di dalam bak yang panjang, lebar dan tingginya +/- 60m3).
  • Air yang telah berubah salah satu sifatnya karena bercampur dengan benda - benda suci lainnya, misalnya air teh, air kopi, dll.
  • Air yang keluar dari pohon - pohonan dan buah - buahan, misalnya air aren, air kelapa, dll.

- Air yang Najis,

 yaitu air yang mengandung najis dan banyaknya kurang dari dua kulah atau walaupun banyaknya kurang dari 2 kulah atau lebih tetapi keadaannya telah berubah. Boleh bersuci dengan air yang telah berubah jika perubahannya disebabkan terlalu lama berhenti di tempatnya atau bercampur dengan lumpur, lumut, sesuatu yang tidak dapat di hindari baik yang ada di tempatnya maupun tempat mengalirnya dan sesuatu yang Mujawir (dapat dipisahkan dari air, misalnya minyak).

- Air yang diperoleh dengan cara mencuri / ghasab (merampas), atau minta izin terlebih dahulu kepada pemiliknya. Air semacam ini haram hukumnya untuk dipergunakan.


(Sumber : tuntunan sholat dan kumpulan surat, do'a, wirid, dzikir)
Wirid
"Sempurnakanlah Sholatmu dengan Wirid"
Wirid adalah bacaan yang terdiri atas dzikir, doa, dan amalan-amalan lainnya yang dikutip dari ayat-ayat Al Qur' an dan Hadis, yang dibiasakan membacanya (mengamalkannya). Wirid biasanya dibaca pada setiap selesai shalat, baik shalat wajib ataupun sholat sunah. Adapun rumusan (susunan) wirid, yang diamalkan umat Islam, sangat beragam. Hal ini ddak menjadi masalah. karenapada dasarnya sebagian besar isi bacaan wirid tersebut adalah sama.

Patokan wirid adalah sebagai berikut:

a. Membaca Istighiar 3 kali:


ASTAGHFIRULLAAHAL 'AZHIIM ALLADZIILAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUM W A ATUUBU ILAIH (3 kali).

Artinya;

"Aku memohon ampun kepada Allah, Yang Maha Agung, yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), dan aku bertaubat kepada-Nya."

b. Membaca:


LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHUU LAA SYARDKA LAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYH WA YUMIITU WA HUWA' ALAA KULLI SYAI'IN QADHR. (10 X).

Artinya:

" Tidak ada Tuhan kecuali Allah sendiri, tak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya-lah kerajaan, dan bagi-Nya-lah segala pujian. Ia menghidupkan dan mematikan, dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

c. Membaca:


ALLAAHUMMA AJIRNII MINANNAAR (3 kali).

Artinya:

"Wahai Allah! Lindungilah aku dari api neraka"

d. Membaca:


ALLAAHUMMA ANTAS SALAAM, WA MIN KAS SALAAM, WA ILAIKA YA 'UUDUS SALAAM, FAHAYYINAA RABBANAA BIS SALAAM, WA ADKHILNAL JANNATA DAARAS SALAAM, TABAARAKTA RABBANAA WA TA'AALAITA YAA DZAL IALAALIWALIKRAAM.

Artinya:

"Wahai Allah! Engkaulah (pemilik) kedamaian, dari Engkaulah kedamaian, dan kepada Engkaulah kembalinya kedamaian. Oleh karena itu hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan penuh kedamaian. Masukkanlah kami ke dalam surga, tempat kedamaian. Engkau, ya Tuhan kami, Maha Suci dan Maha Tinggi, wahai Zat Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan!"

e. Membaca:


ALLAAHUMMA LAA M A ANI' A LIMA A A'THAITA, WALAA MU'THIYA LIMA A MANA'TA. WALAA RAADDA LI MAA OADHAITA WALAA YANFA'U DZALJADDI MINKAL JADDU.

Artinya:

"Wahai Allah! Tak ada yang dapat mencegah terhadap apa yang telah Kau berikan. Tak ada yang dapat memberikan terhadap apa yang telah Kau cegah. Tak ada yang dapat menolak terhadap apa yang telah Kau tetapkan. Dan kemuliaan seseorang tak berguna baginya, hanya dari Engkaulah kemuliaan itu."

f. Membaca isti'adzah dan surat Al-Fatihah

g. Membaca surat Al-Ikhlash

h. Membaca surat Al-Falaq

i. Membaca surat An-Naas

j. Membaca:


WA ILAAHUKUM ILAAHUW WAAHIDUL LAA ILAAHA ILLAA HUWAR RAHMAANURRAHIIM.

Artinya:

"Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, tak ada Tuhan kecuai Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

k. Membaca ayat kursi :


ALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAY-YUUM. LAA T A' KHUBZUHUU SINATUW WALAA NAUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATIWAMAA FIL ARDH. MAN DZAL LADZII YASYFA'U 'INDAHUU ILLAA BI IDZNIH. YA'LAMU MAA BAINA AYDIIHIM WAMAA KHALFA HUM. WALAA YUHIITHUUNA BISYAI'IN MIN 'ILMIHII ILLAA BIMAA S YA A' WASI'A KURSIYYUHUS SAMAA-WAATI WAL ARDHA WALAA YA'UUDUHUU HIFZHU-HUMAA WA HUWAL 'ALIYYUL 'AZHIIM.

Artinya:

"Allah, tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Hidup kekal dan terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Ia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Tak ada yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisi Allah tanpa izin-Nya. Ia mengetahui apa saja yang ada di depan dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah selain yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar".

Dilanjutkan dengan:


AAMANAR RASUULU BIMAA 'UNZILA 'ILAIHI MIR RABBIHIWAL MU'MINUUNA KULLUN AAMANA BILLAA-HI WA M ALA A' IKATIHII WA KUTUBIHII WA RUSULIHII LAA NUFARRIQU BAINA AHADIM MIR RUSULIHII WA QAALUU SAMI'NAA WA 'ATHA'NAA GHUFRAANAKA RABBANAA WA 'ILAIKAL MASHIIRU.

Artinya:

"Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan : "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa) : "Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan hanya kepada Engkau-lah tempat kembali."

Dilanjutkan dengan:


LAA YUKALLIFULLAAHU NAFSAN ILLAA WUS'AHAA. LAHAA MAA KASABAT WA 'ALAIHAA MAKTASABAT. RABBANAA LAA TU' A AKHIDZN A A IN NASIINAA AU 'AKHTHA'NAA. RABBANAA WA LAA TAHMIL 'ALAINAA 'ISHRAN KAMAA HAMALTAHUU 'ALAL LADZIINA MIN QABLINAA. RABBANAA WA LAA TU H A M MIL N A A MAA LAA THAAQATA LANAA BIHII WA'FU 'ANNAA WAGHFIR LANAA WARHAMNAA ANTA MAULAANAA FANSHUR-NAA 'ALAL QAUMIL KAAFIRIINA.

Artinya:

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang dilakukannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa) : "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tak sanggup memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami, Engkau Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

Dilanjutkan dengan:


S YAHIDALLAAHU ANNAHUU LAAILAAHAILLAA HUWA WAL MALAA'IKATU WA ULUL 'ILMI QAA'IMAM BIL QISTHI LAA ILAAHA ILLAA HUWAL 'AZIIZUL HAKIIM. INNAD DIINA INDALLAAHIL ISLAAM.

Artinya:

"Allah menyatakan bahwa tak ada Tuhan kecuali Dia. Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan kecuali Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam."

Dilanjutkan dengan:


QULILLAAHUMMA MAALIKAL MULKI, TU'TIL MULKA MAN TASYAA'U WATANZI'UL MULKA MIM MAN TASYAA'U. WATU'IZZU MAN TASYAA'U WATUDZILLU MAN TASYAA'U. BIYADIKAL KHAIRU, INNAKA 'AL A A KULLI SYAI'IN QADIIR.

Artinya:

"Katakanlah: Wahai Tuhan Yang Mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkaumuliakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Dilanjutkan dengan:


TUULIJUL LAILA FINNAHAARIWA TUULIJUN NAHAARA FILLAILL W ATU KHRIJUL HA YY A MINALMAYYITI, WA TUKHRIJUL MAYYITA MIN AL HAYYI. WA TARZUQU MAN TASYAA'U BIGHAIRIHISAAB,

Artinya:

"Engkau masukkan malam ke dalam siang, dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa saja yang Engkau Kehendaki tanpa hisab."

l. Membaca :


SUBHAANALLAAH33X

(Maha Suci Allah)


ALHAMDU LILLAAH33X

(Segala puji bagi Allah)


ALLAAHU AKBAR 33X

(Allah Maha Besar)


ALLAAHU AKBARU KABIRAW WALHAMDU LILLAAHI KATSIRAW WA SUBHAANALLAAHI BUKRATAW WA ASHIILAA LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH ILAAHA W WAAHIDAW WARABBAN SYAAHIDAW WANAHNU LAHU MUSLiMUUN.

Artinya:

"Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Tak ada Tuhan kecuali Allah sendiri, tak ada sekutu bagi-Nya, Tuhan Yang Esa, dan Tuhan Yang Maha Menyaksikan, dan kepada-Nya kami berserah diri."

m. Membaca:


ASTAGHFIRULLAAHAL 'AZHIIM 3X



AFDHALUDZ DZIKRI FA'L AM ANNAHUU


LAA ILAAHA ILLALLAAH 3X

nb : Ketahuilah bahwa d zikir yang paling utama adalah kalimat

'LAA ILAAHA ILLALLAAH' (Tak ada Tuhan kecuali Allah)."


LAA ILAAHA ILLALLAAH 100X

n. Membaca:


LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADUR RASUU-LULLAAH, SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAMA.

Artinya:

"Tak ada Tuhan kecuali Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Semoga Allah memberi rahmat dan kesejahteraan kepadanya".

Setelah selesai wirid, dilanjutkan dengan membaca doa lainya.


(Sumber : tuntunan sholat dan kumpulan surat, do'a, wirid, dzikir)

AL Qur'an

Posted by gudang Doa
AL Qur'an
"AL Qur'an Kitab Suci Umat Islam"

AL Qur'an


Dengan ini kita coba jabarkan dengan detail tentang Al-Quran atau Quran (bahasa Arab: القرآن al-Qur'ān) ialah kitab suci bagi umat Islam. Menurut ajaran Islam, al-Quran ialah wahyu yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. melalui perantaraan Malaikat Jibril yang sampai ke zaman sekarang secara mutawatir. Perihal diturunkan Al-Quran mempunyai kaitan rapat dengan Lailatul Qadar. Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad secara beransur-ansur dalam tempo 23 tahun.

Di dalam salah satu ayat yang terdapat di dalam Al-Quran Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan Kamilah yang akan menjaganya". (AL Hijr 15:9)

Lafaz al-Quran dari segi bahasa adalah bacaan atau himpunan huruf dan kalimah. Ini berdasarkan firman Allah:

Sesungguhnya Kamilah Yang berkuasa mengumpulkan al-Quran itu (dalam dadamu), dan menetapkan bacaannya (pada lidahmu); Oleh itu, apabila Kami telah menyempurnakan bacaannya (kepadamu, Dengan perantaraan Jibril), maka bacalah menurut bacaannya itu; (surah al-Qiyamah, 75:17-18)

Manakala dari segi istilah pula, al-Quran ialah kalam Allah yang bermukjizat diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. melalui perantaraan Malaikat Jibril dalam bahasa Arab, diriwayatkan secara mutawatir dan membaca setiap hurufnya adalah ibadah, bermula dari surah al-Fatihah dan berakhir dengan surah an-Naas.


Bukti Al Quran Datang Dari Allah


Mengenai bukti bahawa Al-Quran itu datang dari Allah, dapat dilihat dari kenyataan bahawa Al-Quran adalah sebuah kitab berbahasa Arab yang dibawa oleh Rasulullah s.a.w. Dalam menentukan dari mana asal Al-Quran, akan kita dapatkan tiga kemungkinan.

1 Pertama, kitab itu merupakan karangan orang Arab.

2 Kedua, karangan Muhammad SAW.

3 Ketiga, berasal dari Allah SWT saja.

Tidak ada lagi kemungkinan selain dari yang tiga ini. Sebab Al-Quran adalah khas Arab, baik dari segi bahasa maupun gayanya.

Kemungkinan pertama yang mengatakan bahwa Al-Quran adalah karangan orang Arab merupakan kemungkinan yang tertolak. Dalam hal ini Al-Quran sendiri telah menentang mereka untuk membuat karya yang serupa. Sebagaimana tertera dalam ayat :


قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ



"Katakanlah: 'Maka datangkanlah sepuluh surat yang (dapat) menyamainya" (Surah Hud 13).


Di dalam ayat lain :


قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ



"Katakanlah: ('Kalau benar apa yang kamu katakan), maka cubalah datangkan sebuah surat yang menyerupainya" (Surah Yunus 38).


Orang-orang Arab telah berusaha keras mencubanya, akan tetapi tidak berhasil. Ini membuktikan bahawa Al-Quran bukan berasal dari perkataan mereka. Mereka tidak mampu menghasilkan karya yang serupa, ada tentangan dari Al-Quran dan usaha dari mereka untuk menjawab tentangan itu. Kemungkinan kedua yang mengatakan bahwa Al-Quran itu karangan Nabi Muhammad s.a.w., adalah kemungkinan yang juga tidak dapat diterima oleh akal. Sebab, Nabi Muhammad s.a.w. adalah orang Arab juga. Bagaimanapun cerdiknya, tetaplah ia sebagai seorang manusia yang menjadi salah satu anggota dari masyarakat atau bangsanya. Selama seluruh bangsa Arab tidak mampu menghasilkan karya yang serupa, maka masuk akal pula apabila Nabi Muhammad s.a.w. yang juga termasuk salah seorang dari bangsa Arab tidak mampu menghasilkan karya yang serupa. Oleh kerana itu, jelas bahawa Al-Quran itu bukan karangan Nabi Muhammad s.a.w.

Terlebih lagi dengan banyaknya hadis shahih yang berasal dari Nabi Muhammad s.a.w. yang sebagian malah diriwayatkan lewat cara yang tawatur, yang kebenarannya tidak diragukan lagi. Apabila setiap hadis dibandingkan dengan ayat manapun dalam Al-Quran, maka tidak akan dijumpai adanya kemiripan dari segi gaya bahasanya. Padahal Nabi Muhammad s.a.w., disamping selalu membacakan setiap ayat-ayat yang diterimanya, dalam waktu yang bersamaan juga mengeluarkan hadis. Namun, ternyata keduanya tetap berbeza dari segi gaya sasteranya. 

Bagaimanapun kerasnya usaha seseorang untuk menciptakan berbagai macam gaya bahasa dalam pembicaraannya, tetap saja akan terdapat kemiripan antara gaya yang satu dengan yang lain. Kerana semua itu merupakan bagian dari ciri khasnya dalam berbicara. Oleh kerana memang tidak ada kemiripan antara gaya bahasa Al-Quran dengan gaya bahasa hadis, bererti Al-Quran itu bukan perkataan Nabi Muhammad s.a.w. Sebab, pada masing-masing keduanya terdapat perbezaan yang tegas dan jelas. Itulah sebabnya tidak seorang pun dari bangsa Arab, orang-orang yang paling tahu gaya dan sastera bahasa arab, pernah menuduh bahwa Al-Quran itu perkataan Nabi Muhammad s.a.w. atau mirip dengan gaya bicaranya. Satu-satunya tuduhan yang mereka lontarkan adalah bahawa Al-Quran itu dicipta Nabi Muhammad s.a.w. dari seorang pemuda Nasrani yang bernama Jabr. Tuduhan ini pun telah ditolak keras oleh Allah SWT dalam firman-Nya :
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ

"(Dan) Sesungguhnya Kami mengetahui mereka berkata: 'Bahawasanya Al-Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad). Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya (adalah) bahasa 'ajami (bukan-Arab), sedangkan Al-Quran itu dalam bahasa arab yang jelas" (Surah An-Nahl 103).

Jika telah terbukti bahwa Al-Quran itu bukan karangan bangsa Arab, bukan pula karangan Nabi Muhammad s.a.w., maka sesungguhnya Al-Quran itu adalah firman Allah, kalamullah, yang menjadi mukjizat bagi orang yang membawanya.

Nama-nama al-Quran

- al-Kitaab (اﻟﻛتاب)bermaksud sebuah kitab berdasarkan firman Allah:

Alif, Laam, Miim. Kitab al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari Allah dan tentang sempurnanya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang Yang (hendak) bertaqwa; (surah al-Baqarah 1:1-2)

- al-Furqaan (ﺍﻟﻔﺮﻗﺎﻥ) bermaksud pemisah hak dan batil sebagaimana firman Allah:

Maha berkat Tuhan Yang menurunkan al-Furqaan kepada hambaNya (Muhammad), untuk menjadi peringatan dan amaran bagi seluruh penduduk alam. (surah al-Furqaan 25:1)

- adz-Dzikr (اﻟذﻛﺮ) bermaksud peringatan berdasarkan firman Allah:

Sesungguhnya Kamilah Yang menurunkan al-Quran, dan Kamilah Yang memelihara dan menjaganya. (surah al-Hijr 15:9)

- at-Tanzil (ﺍﻟﺘﻨﺰﻳﻞ) bermaksud penurunan. Nama ini diambil sempena firman Allah:

Dan Sesungguhnya Al-Quran (yang di antara isinya kisah-kisah Yang tersebut) adalah diturunkan oleh Allah Tuhan sekalian alam. (surah asy-Syuara 26:192)

Sifat al-Quran

- an-Nuur bermaksud cahaya yang menerangi kegelapan. Al-Quran disifatkan sebagai nur (cahaya) kerana ia memberikan cahaya keimanan kepada orang yang berada di dalam kegelapan serta kekufuran. Selain itu, al-Quran juga menjadi cahaya yang menerangi jiwa orang yang selalu membacanya dan menghayati isi kandungannya. Firman Allah:

Wahai sekalian umat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu: Bukti dari Tuhan kamu, dan Kami pula telah menurunkan kepada kamu (Al-Quran sebagai) Nur (cahaya) Yang menerangi (segala apa jua Yang membawa kejayaan di dunia ini dan kebahagiaan Yang kekal di akhirat kelak). (surah an-Nisaa' 4:174)

- al-Mubiin bermaksud menerangkan sesuatu. Al-Quran disifatkan sebagai penerang kerana ia menghuraikan ajaran Islam kepada seluruh umat. Firman Allah:

Wahai ahli Kitab! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami (Muhammad, s.a.w) Dengan menerangkan kepada kamu banyak dari (keterangan-keterangan dan hukum-hukum) Yang telah kamu sembunyikan dari Kitab suci, dan ia memaafkan kamu (dengan tidak mendedahkan) banyak perkara (yang kamu sembunyikan). Sesungguhnya telah datang kepada kamu cahaya kebenaran (Nabi Muhammad) dari Allah, dan sebuah Kitab (Al-Quran) Yang jelas nyata keterangannya. (surah al-Maa'idah 5:15)

- al-Huda bermaksud petunjuk. Al-Quran disifatkan sebagai petunjuk kerana ia menunjukkan jalan yang lurus kepada umat manusia. Firman Allah:

Wahai umat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Al-Quran Yang menjadi nasihat pengajaran dari Tuhan kamu, dan Yang menjadi penawar bagi penyakit-penyakit batin Yang ada di Dalam dada kamu, dan juga menjadi hidayah petunjuk untuk keselamatan, serta membawa rahmat bagi orang-orang Yang beriman. (surah Yunus 10:57)

- ar-Rahmah bermaksud kerahmatan. Allah menyifatkan al-Quran sebagai rahmat kerana ia membawa rahmat kepada orang Mukmin yang sentiasa membaca, mempelajari dan mengamalkan isi kandungannya. Firman Allah:

Wahai umat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Al-Quran Yang menjadi nasihat pengajaran dari Tuhan kamu, dan Yang menjadi penawar bagi penyakit-penyakit batin Yang ada di Dalam dada kamu, dan juga menjadi hidayah petunjuk untuk keselamatan, serta membawa rahmat bagi orang-orang Yang beriman. (surah Yunus 10:57)

(Sumber : 
tuntunan sholat dan kumpulan surat, do'a, wirid, dzikir)
Tayamum
"Bertayamumlah kalian dengan tanah yang baik (suci)"
Tayamum adalah "menyapukan debu yang suci ke muka dan dua tangan hingga siku dengan beberapa syarat tertentu."

Fungsi Tayamum.
Yaitu sebagai pengganti wudhu atau mandi hadast dalam keadaan tertentu sebagai Rukhsah (Keringanan dari Allah S.W.T. 

Syarat Tayamum:
  • Adanya Uzur karena Bepergian (susah memperoleh air)
  • Berhalangan menggunakan air (karena Bila kena air sakitnya bertambah parah, atau Air hanya cukup untuk diminum. Bila dipergunakan berwudhu ia atau mahluk yang dihormati lainnya (selain pezina mukson, orang murtad, orang kafir harbi, anjing galak / babi) akan kehausan sehingga menyebabkan sakit / kematian.)
  • Telah tiba shalat
  • Telah berusaha mencari air pada saat waktu shalat tiba, tetapi tidak mendapatkannya.
  • Dengan tanah yang suci dan berdebu. 

Sunat Tayamum:
  • Membaca Basmalah (Bismillahir rahmaanir rahim) pada saat memulai tayamum.
  • Mendahulukan anggota yang kanan dari pada yang kiri.
  • Menipiskan Debu dari tangan dengan cara menghembuskan (meniupnya / mengadu kedua sisi telapak    tangan dalam posisi terbalik (telapak tangan bagian dalam menghadap kebawah)
  • Muwalat (sambung menyambung dalam menyapu debu)
  • Membaca doa seperti doa setelah berwudhu. 
Rukun / Fardhu Tayamum ada 4, yaitu:
  • Niat, diucapkan dalam hati mulai sejak menepukkan tangan pada debu hingga menyapu bagian muka.
  • Menyapu muka dengan debu 2 kali usapan
  • Menyapu kedua tangan sampai siku dengan debu
  • Tertib, yaitu berurutan. Artinya tayamum ini harus dilakukan sesuai dengan urutannya 
Yang Membatalkan Tayamum:
  • Semua yang membatalkan wudhu juga membatalkan tayamum
  • Melihat air (ada air) sebelum sholat (jika tayamumnya karena tidak ada air)
  • Murtad (keluar dari islam)
Hukum melihat (ada) air bagi orang yang bertayamum:
  • Bila melihat (ada) air setelah selesai bertayamum tetapi belum sholat, maka tayamumnya batal, dan ia wajib wudhu dengan air itu.
  • Bila melihat (ada) air ketika sedang sholat, maka harus dilihat dulu kedudukan tayamumnya itu (Jika tayamumnya termasuk tayamum yang dapat menggugurkan sholat, seperti tayamumnya musafir maka tayamum dan sholatnya tidak batal. sholatnya harus dilanjutkan. Sedangkan, Jika tayamumnya termasuk tayamum yang tidak dapat menggugurkan sholat, seperti tayamumnya orang yang hadir (mukim), maka tayamum dan sholatnya batal. sholat tidak perlu dilanjutkan sebelum berwudhu dengan air.)
  • Jika melihat (ada) air setelah selesai sholat sedangkan waktu sholat masih ada maka boleh mengulang sholat dengan berwudhu / tidak mengulangnya. (Hal ini pernah terjadi pada zaman Nabi, sebagaimana diceritakan dalam sebuah Hadis RiwayatAbu Dawud dan An-Nasa'i dari Abu Said Al-Khudri. "Ada 2 orang yang sedang melakukan perjalanan jauh, karena sulit mendapatkan air, mereka sholat dengan bertayamum. Tetapi setelah sholat dilaksanakan, mereka menemukan air sedangkan waktu sholat belum habis. Salah satu dari mereka langsung berwudhu dan mengulangi sholatnya. Dan karena ingin meyakinkan diri mana diantara yang benar, maka merekapun menghadap Rasullullah. Dan Rasullullah menjelaskan: "Yang tidak mengulangi shalatnya BENAR, Yang mengulangi sholatnya mendapat dua pahala.)
  • Bila melihat ada air setelah sholat selesai tetapi waktu sholatnya telah habis, maka tak perlu mengulangi sholatnya. Sholatnya sudah sah.
Tayamum berlaku hanya untuk satu shalat wajib. Jadi, setiap akan melakukan shalat wajib, maka harus bertayamum, walaupun belum batal tayamumnya. Sedangkan untuk melaksanakan beberapa sholat sunat boleh dengan satu tayamum saja.

Cara bertayamum:

1. Membaca Bismillaahir rahmaanir rahiim, pada saat hendak meletakkan kedua telapak tangan diatas debu yang suci (menepukkannya pada debu).
Gambar Gerakan Tayammum
Gambar Gerakan Tayammum
Dan dilanjutkan dengan membaca lafal niat Tayamum, yaitu:


NAWAITUT TAYAMMUMA LISTIBAAHATISH SHALAATI FARDHAN LILLAAHI TA'AALAA.

Kemudian mengangkat kedua telapak tangan tersebut dan menghembuskan (meniupnya) atau mengadu kedua sisi telapak tangan dalam posisi terbalik (telapak tangan bagian dalam menghadap kebawah), supaya debu yang menempel di telapak tangan menipis.

2. Mengusap muka dengan debu yang ada di kedua telapak tangan itu dua kali usapan, dengan memejamkan mata. Dan mulai menepukan tangan pada debu hingga mengusap bagian muka, dan hatinya mengucapkan:

"Aku niat bertayamum untuk dapat mengerjakan shalat, fardhu karena Allah Taala."
Gambar Gerakan Tayammum
Gambar Gerakan Tayammum
3. Kedua telapak tangan diletakkan (ditepukan) kembali diatas debu. Lalu mangangkatnya dan menipiskannya (dengan cara seperti diatas).
Gambar Gerakan Tayammum
Gambar Gerakan Tayammum
4. Mengusap kedua belah tangan sampai siku dua kali usapan. Debu yang ada di telapak tangan kiri digunakan untuk mengusap tangan kanan. dan begitu juga sebaliknya.

Setelah semua pekerjaan tayamum selesai dikerjakan, dilanjutkan dengan membaca do'a (sama dengan do'a ketika selesai wudhu).

(Sumber : tuntunan sholat dan kumpulan surat, do'a, wirid, dzikir)

Hantu menurut Islam

Selasa, 26 Juni 2012
Posted by gudang Doa
hantu
"Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku"
Ada orang yang mempercayai adanya hantu, ada pula yang tidak percaya. Sebagian besar orang awam beranggapan bahwa hantu memang ada, namun dalam pemahaman yang salah.
Hantu dan tragedi horor faktanya memang ada karena ada alam lain selain alam nyata ini, yaitu alam ghaib. Di alam ghaib ada beberapa jenis penghuni, salah satunya adalah jin. Ada jin baik dan jin jahat. Jin jahat bekerja sebagai pengganggu manusia sehingga manusia dibuat terkejut lalu ketakutan. mereka membuat hal-hal aneh dan menakutkan, diantaranya adalah tragedi horor.

Dari sekian banyak jenis hantu, hantu yang sepertinya paling ditakuti masyarakat adalah hantu orang mati.
Sebagian orang awam beranggapan bahwa hantu adalah jelmaan roh orang mati, khususnya orang mati yang teraniaya atau kecelakaan. Fakta tentang hantu adalah jelmaan orang mati tidak bisa dibenarkan .

Menurut ajaran Islam, Roh orang mati dijaga di tempatnya sampai hari kiamat, tidak ada istilah gentayangan atau jelma-menjelma.Islam tidak menolak kewujudan makhluk halus, malah perkara ghaib seperti kewujudan makhluk halus wajib dipercayai kerana Rukun Iman itu sendiri terdiri dari perkara-perkara ghaib yang wajib diimani. Mengatakan makhluk halus tidak wujud bermakna melakukan satu iktikad yang merosakkan akidah. Malaikat, Jin dan beberapa makhluk halus yang lain di sebut dengan jelas dalam Al-Qur’an. Ini akan saya jelaskan di dalam posting lain. Perbuatan sihir juga di sebut dengan jelas oleh Allah dalam Al-Qur’an dan ia memang mampu dilakukan oleh mereka-mereka yang melampaui batas. Menolak kewujudan mereka bermakna menolak ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an. Menolak ayat Al-Qur’an bermakna kita beriktikad bahawa kandungan Al-Qur’an itu tidak betul. Dengan iktikad ini, kita mencampakkan diri kita dalam perbuatan tidak beriman kepada Allah

Dari Abu Hurairah r.a. katanya : “Ketika Rasulullah s.a.w. menyabdakan : “Tidak ada penularan, Tidak ada yang tabu di bulan Safar, dan tidak ada hantu mayat gentayangan.” Maka bertanya seorang Arab Dusun, “YA Rasulullah! Bagaimana seandainya sekelompok unta yang sihat dipadang pasir, kemudian didatangi seekor unta yang berkudis, kemudian unta yang sihat itu, berkudis pula semuanya?” jawab Rasulullah.,“Siapakah penular yang pertama-tamanya?” (Hadis Riwayat Imam Muslim)
Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Rasulullah s.a.w. bersabda : “Tidak ada penularan, tidak ada mayat gentayangan yang menjadi hantu kuburan, tidak ada binatang tetentu muncul yang menyebabkan hujan, dan tidak ada tabu di bulan Safar” (Hadis Riwayat Imam Muslim).

Dari Jabir r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda : “Tidak ada penularan, tidak ada pengaruh atau tanda bahaya suara burung, dan tidak ada hantu.” (Hadis Riwayat Imam Muslim).
Hadis di atas jelas menunjukkan Rasulullah s.a.w. sedang memberikan penjelasan mengenai beberapa perkara tahyul dan khurafat yang menjadi kepercayaan Arab Jahilliah pada satu ketika dulu. Pertama yang dijelaskan oleh Rasulullah s.a.w. ialah, tidak semua penyakit itu penyakit berjangkit. Jika ada penyakit berjangkit sedang menular, terdapat satu hadis daripada Rasulullah s.a.w. berkenaan dengan amalan kuarantin yang harus dipatuhi penduduk setempat yang mengalami penyakit tersebut dan penduduk luar yang dilarang masuk ke tempat tersebut. Rasulullah s.a.w. juga memberikan penjelasan terhadap kepercayaan karut yang diperkatakan oleh golongan Arab Jahiliah satu ketika dulu seperti siulan burung-burung tertentu yang dikatakan mereka sebagai alamat atau petanda kejadian tidak elok bakal berlaku. Rasulullah s.a.w. mendidik mereka dengan hadis ini yang mengatakan semua perkara tersebut adalah tidak benar dan karut. Begitu juga dengan kepercayaan Arab Jahiliah satu ketika dulu yang mengatakan bahawa mayat seseorang itu boleh kembali hidup dan menjadi hantu yang bergentayangan (merayau-rayau) di kawasan perkuburan. Dengan ini jelas sekali dari Hadis baginda Rasulullah s.a.w. bahawa apa yang dikatakan hantu itu tidak wujud sama sekali. Ini kerana kebanyakan dari mitos yang menyatakan asal usul hantu-hantu dengan berbagai-bagai nama ini adalah karut marut amalan jahiliah dan animisme belaka.

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa hantu orang mati itu bukanlah jelmaan roh orang yang mati dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan orang yang sudah mati. Semua itu hanyalah ulah setan dan jin yang bandel. Sebagai manusia yang beriman dan berakal, kita harus jeli terhadap asumsi dan prediksi alam ghaib itu, agar kita tidak terkecoh oleh tipuan mereka.Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa hantu orang mati itu bukanlah jelmaan roh orang yang mati dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan orang yang sudah mati. Semua itu hanyalah ulah setan dan jin yang bandel. Sebagai manusia yang beriman dan berakal, kita harus jeli terhadap asumsi dan prediksi alam ghaib itu, agar kita tidak terkecoh oleh tipuan mereka.

Lalu Bagaimana Penjelasan tentang acara misteri tentang ada orang kecelakaan di suatu tempat lalu ada sesosok hantu dengan ciri2 orang yang mati disitu?, Menurut pandangan Islam, sebenarnya alasan kenapa hantu itu atau yang keraskuan itu bisa tahu tentang yang terjadi kepada orang yang kecelakaan itu, karena setan atau jin itu memang ada pada saat kejadian tersebut, oleh karena itu sangat jelas dia mengetahui kejadian tersebut. Dan dengan bermodalkan semua itu jin atau setan mulai menjerumuskan manusia dengan cara "menyamar" menjadi orang yang mengalami kecelakaan tersebut, dan mulai menggoyahkan iman manusia agar menyeleweng dari ajaran agama islam. Diantaranya, dengan memuja-muja barang-barang atau benda yang dianggap keramat, dsb.

Doa Keluar Rumah

Posted by gudang Doa


rumah kita
"Bentuklah Rumahmu dengan Akhlak yang baik"
Doa Keluar Rumah


بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ


Artinya:
Dengan menyebut nama Allah kuserahkan segalanya pada Allah, tiada usaha serta kekuatan melainkan atas pertolongan Allah
(HR. AT-TURMUDZI no.3348)

Doa Masuk Rumah

Posted by gudang Doa
rumah
"Rumah adalah tempat membangun karakter utama Keluarga"
Doa Masuk Rumah

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ خَيْرَ اْلمَوْلَجِ وَخَيْرَ اْلمَخْرَجِ بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا, وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبَّنَا تَوَكَّلْنَا



Artinya:
Ya Allah. Aku mohon padaMu sebaik-baik pintu masuk dan sebaik-baik pintu keluar Dengan menyebut namaMu kami masuk dan dengan menyebut nama-Mu kami keluar dan kepadaMu kuserahkan segalanya

(HR Abu Dawud no.4432)
ramadhan
"Bulan 1000 bulan"

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ 

Artinya:
Ya Allah, Berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban Dan temukanlah kami dengan bulan Ramadlan
(HR. Ibnu As-Sunny)

Doa ketika mengalami Masalah/Kesusahan

Senin, 25 Juni 2012
Posted by gudang Doa
susah
"Allah tidak akan menguji hamba-Nya dengan ujian yang melampaui kemampuan hamba-Nya"
Doa ketika mengalami Kesusahan :

يَاحَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ

Artinya:
Wahai Dzat yang Maha Kekal dan selalu mengurus makhluqNya dengan rohmatMu kami mohon pertolongan.

(HR At Turmidzy no.3446)

Renungan Kehidupan

Posted by gudang Doa

"Manusia dianugerahi akal untuk berpikir"
Allah SWT memberi kita ikan,
tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.
Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat,
mungkin kamu tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang…
mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.
Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,
tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.
Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan,
tetapi kehidupan lajang juga memiliki suka-duka.
Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah,
dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.
Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya
sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.
Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah
hati seorang wanita.
Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga
Persahabatan sejati layaknya kesehatan,
nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu
dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga kita.
Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan,
tapi jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain…
tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.
Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya
tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.
Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan,
kegunaannya terletak pada penerapan yang benar,
orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal,
sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.
Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja,
tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.
Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar
meskipun terbukti salah.
Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan
kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.
Kamu tak bisa mengubah masa lalu….
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.
Bila Kamu mengisi hati kamu ….
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,
Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.
Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan
dan hari esok tanpa rasa takut,
berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.
Welcome to My Blog

Translate

Stats

Site Info

- Copyright © Gudang Doa -City of Temayank- Powered by Islam - Managed by Ottonk Ramadhan -